Selasa, 12 Mei 2020

-:( PENANTIAN ):-



Part 1

Suatu hari ada dua sejoli yang pernah bersama namun mereka berdua terpisah karena ke egoisan mereka. Dua tahun sudah mereka tidak pernah saling kasih kabar lagi, secara tidak sengaja mereka bertemu kembali di satu taman hiburan.
“hei...masih kenal sama aku”  Aldo menyapa sambil menyolek bahu wanita itu dari samping kanan.  “eh ini aldo ya”  jawab Cyntia melirik dengan ekspresi sedikit kaget, lalu Aldo Mengajak Cyntia duduk di kursi taman.

“sudah dua tahun lebih ya kita tidak pernah ketemu lagi”  sapa Aldo membuka pembicaraan  “iya”  jawab Cyntia dengan sedikit malu, “aku menyesal pernah mutusin kamu”  ungkap aldo sambil menatap Cyntia. setelah mendengar ungkapan Aldo, Cyntia melirik ke arah Aldo dan mata mereka berkontak langsung yang membuat jantung Cyntia berdebar  “i..iya aku juga”  jawab Cyntia sambil membuang pandangannya dari arah Aldo.

Seketika keadaan menjadi hening, semilir angin berhembus, daun-daun berjatuhan membuat suasana berubah menjadi hangat dan romantis.  “dulu tidak seharusnya aku membuat hubungan kita hancur, aku benar-benar sangat menyesal”  ungkap aldo sambil menatap daun tersapu angin di tanah  “dulu tidak sepenuhnya adalah kesalahan kamu, aku juga sangat egois dan ke kanak-kanakan”  jawab Cyntia dengan menatap Aldo. “Aku minta maaf dulu tidak pernah bisa mengerti kamu”  ujar Aldo sambil menatap ke wajah Cyntia,  “a...aku juga minta maaf”  jawab Cyntia dengan wajah yang yang memerah.

“sebenarnya aku sangat senang bisa bertemu lagi dengan kamu, dari dulu sampai sekarang hati aku belum bisa menerima orang lain lagi selain kamu, dan sekarang mumpung kita sudah bertemu aku mau ngomong sesuatu sama kamu”  ucap aldo dengan wajah penuh harap,  “iya aku juga belum bisa lupain kamu”  jawab cyntia dengan sedikit senyuman malu di bibir nya. Lalu aldo membalikan badannya menghadap dan merangkul bahu Cyntia dengan tangannya, sontak cyntia pun merasa kaget dan membuat jantung nya tambah berdebar.  “aku mau ngomong serius sama kamu”  ucap Aldo dengan wajah yang maju mendekat dengan wajah wanita itu,  “mau ngomong apa”  jawab Cyntia dengan wajah semakin memerah,  “jangan potong saat aku bicara”  ujar Aldo dengan suara lembut dan wajahnya yang berjarak 7cm dengan wajah  Cyntia, wanita itu Cuma bisa mengangguk dan diam menatap Aldo.  “aku mau ngomong serius sama kamu, kau tau siang malam aku tidak bisa tidur memikirkan kamu, dari pas kita putus sampai sekarang aku sangat tersiksa wajahmu selalu terbayang dalam ingatanku”  ungkap Aldo dengan mata berkaca-kaca.

Wanita itu mulai berpikir kalau Aldo akan mengejak dia balikan lagi  “aku juga merasa seperti itu”  jawab Cyntia dengan suara sedikit gemetar karena detak jantung nya yang sudah tidak karuan lagi,  “Cyntia sebenarnya aku ingin...”   “ingin.. ingin apa”  jawab Cyntia,  “a...aku ingin kamu...”  “aku juga ingin balikan lagi ko sama kamu”  ucap Cyntia dalam hati  “iya ingin apa” jawab Cyntia,  “aku tau ini sangat memalukan”  ucap Aldo  “iya tidak apa-apa ungkapkan saja” jawab Cyntia dengan mata berkaca-kaca  “aku ingin kamu... balikin uang yang dulu kamu pinjam dari aku”  ungkap Aldo dengan wajah penuh harap, “haaaahhh”  sontak badan Cyntia berbalik ke depan dan menahan kening nya dengan tangan sambil menunduk  “aku mikir apa sih GR banget jadi cewek”  ucap Cyntia dalam hati dengan wajah sedikit malu dan kecewa. “aku benar-benar tidak punya uang, dari pagi aku belum makan, makanya pas aku ketemu kamu aku sangat bahagia, karena mungkin kamu bisa menyambung hidupku hari ini” ucap Aldo dengan pasrah, Cyntia menghela nafas panjang  “kalau mau nagih utang biasa aja gak usah bikin baper orang”  sambil mengeluarkan uang dari dompet nya  “Cuma nagih 100 ribu aja ribet amat, nih”  memberikan uang kepada Aldo. “emangnya kamu masih baper sama aku” ucap Aldo  “tadi sih iya sekarang ogah, dah aku mau pergi masih banyak urusan yang lebih penting”  sambil pergi dengan rasa kesal.


Bersambung....

Judul               : Penantian
Genre              : Comedy, Romantis
Penulis            : Benang Kusut
Date                 : 2020

Selasa, 21 Mei 2019

SETITIK CAHAYA


Pagi ini aku mengalami hal yang membuatku malu terhadap diriku sendiri, dan membuatku merenung sepanjang hari.

Jakarta adalah kota besar yang sebagian penduduknya adalah pekerja, setiap pagi mereka selalu di sibukan dengan aktivitasnya masing-masing, entah apa yang di takutinya mereka selau berjalan tergesa-gesa berjalan kaki ataupun dengan kendaraan.

Hari ini aku terlambat untuk berangkat ke kantor karena bangun kesiangan, bisa di sebut aku juga sangat buru-buru untuk sampai ke tempat kerja ku. Saat aku sedang berdiri di sebrang zebra cross menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki, tiba-tiba ada seorag laki-laki kira-kira berumur 10 tahun dengan berpakaian seadanya dan seorang perempuan kira-kira berumur 7 tahun di sampingnya, dan aku pikir itu adalah adiknya, dia  menggendong mungkin peralatan pembersih sepatu pikirku. Dan ternyata benar dia adalah tukang semir sepatu keliling, lalu dia menawarkan diri untuk membersihkan sepatuku, sebenarnya aku tidak keberatan sepatuku di bersihkan tapi saat itu aku sedang buru-buru. Lalu anak kecil itu berkata bahwa dia belum mendapat pelanggan satu pun dan mereka berdua belum makan dari semalam.

Lampu hijau untuk kendaraan pun sudah menyala, orang-orang sudah pergi namun aku masih tetap terpaku di samping mereka berdua. Lalu aku menanyakan orang tua mereka berdua, adik nya menjawab bahwa ayahnya sudah tiada dan ibunya sekarang sedang sakit, aku terkejut mendengar hal itu.

mentari semakin terasa hangat menyinari wajah dan semakin jelas terlihat kepolosan kedua kakak beradik itu. Aku berniat memberi mereka uang dan tidak perlu membersikan sepatuku karena aku benar-benar harus pergi. Namun perlakuan anak itu membuatku malu dengan kedewasaan ku. dia bilang, “mohon maaf kakak saya tidak bisa menerima uang itu karena saya belum melakukan tugas apapun, saya akan menerima uang itu jika saya sudah melakukan pekerjaan saya untuk membersihkan sepatu kaka”. Aku benar-benar merasa malu terhadap diriku, aku yang telah sekolah selama 12 tahun di tambah dengan sekolah tinggi lalu mendapatkan pekerjaan dengan tidak terlalu susah dengan gaji yang bisa terbilang cukup, tapi aku masih saja mengeluh dengan apa yang aku dapatkan, aku selalu merasa hidupku lebih susah dari orang lain, tapi anak itu yang seharusnya mereka bersenang-senang menikmati indahnya sekolah mereka malah seperti orang dewasa.

Setelah mereka selesai membesikan sepatuku, lalu mereka pergi dan terlihat sangat senang terlukis di senyuman polos nya. Ya memang hari ini aku terlambat sampai ke kantor dan aku pun sedikit di tegor oleh bos ku, biasanya aku sangat marah jika bos ngomel, tapi hari ini setelah bertemu mereka aku sadar satu hal, “segala sesuatu apapun yang kita perbuat itulah yang akan kita dapatkan, dan apapun yang kita dpatkan harus mensyukurinya”.

“Jika orang memarahi kita, mungkin memang benar kita yang salah, dan rasa egois kita lah yang membuat kita merasa selalu benar”.
“Manusia di ciptakan untuk saling berbagi, saling menyayangi, dan saling mengasihi, bukan untuk saling membenci ataupin menyakiti”


Judul               : Setitik Cahaya
Tema              : Nasehat, Kehidupan
Penulis            : Benang Kusut
Date                 : 2020

Kamis, 29 Desember 2016

Puisi dan Syair

PANTUN & SYAIR (Pengertian, Ciri-ciri, Contoh)


PANTUN
Arti Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “petuntun”. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagaipaparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajakakhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Ciri-Ciri Pantun
Ciri-ciri pantun dapat dilihat berdasarkan bentuknya. Ciri-ciri ini tidak boleh diubah. Jika diubah, pantun tersebut akan menjadi seloka, gurindam, atau bentuk puisi lama lainnya. Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut:
  • Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).

  • Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

  • Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

    Contoh Pantun

    Ekor panjang si ikan pari

    Jenur satu di atas pohon

    Adik menangis sepanjang hari

    Minta ibu belikan balon
    ___________________________________________________
    Burung belibis dan burung balam

    Berkicau merdu di hutan rimba

    Adik menangis sepanjang malam

    Inginkan sepeda beroda lima

    SYAIR
    Arti Syair
    Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia, dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kata atau istilah Syair berasal dari bahasa arab yaitu Syi’ir atauSyu’ur yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian kata Syu’ur berkembang menjadiSyi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.

    Dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain:

    Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.Ciri-ciri syair antara lain :

    1.  Setiap bait terdiri dari empat baris.

    2.  Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.

    3.  Bersajak a-a-a-a.

    4.  Semua baris adalah isi.

    5.  Bahasanya biasanya kiasan.

    Contoh Syair
    Syair Abdul Muluk
    Berhentilah kisah raja Hindustan,

    Tersebutlah pula suatu perkataan

    Abdul Hamit syah padaku sultan,

    Duduklah baginda bersuka-sukaan.

    Abdul Muluk putra baginda,

    Besarlah sudah bangsawan muda,

    Cantik majelis usulnya syahdam

    Tiga belas tahun umurnya ada.

    Paras elok amat sempurna,

    Petah menjelis bijak laksana,

    Memberi hati bimbang gulana,

    Kasih kepadanya mulya dan hina
    Syair Agama (Syair Kiamat)
    Bismillah itu permulaan kalam,
    Dengan nama Allah Khalikul’alam,
    Dipermulai  kitab diperbuat nazam,
    Supaya ingat mukmin dan Islam.
    Sudah memuji Tuhan yang kaya,
    Salawatkan rasul Nabi yang mulia,
    Itulah penghulu segala Anbia,
    Sekalian Islam jin dan manusia.
    Barang yang maksiat beroleh bala,
    Kerana murka Allah Taala,
    Di dalam neraka ia tersula,
    Badannya hancur tiada terkala.
    Dijadikan dunia oleh Tuhanmu,
    Bukan di sini akan tempatmu,
    Sekadar ibadah dengan ilmu,
    Serta amalkan dengan yakinmu.
    Barang bercinta akannya mati,
    Tidaklah lupa berbuat bakti,
    Siang dan malam diamat-amati,
    Seumur hidup tidak berhenti.
    Harta itu cari olehmu,
    Sambil dengan menuntut ilmu,
    Serta amalkan dengan baktimu,
    Supaya jangan jadi selemu.


Jenuh

Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki yang hidupnya merasa hancur oleh seseuatu yang mungkin orang menganggapnya hal sepele. Tapi tida...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *