Rabu, 03 Juni 2020

SAHABAT

Setelah beberapa tahun semenjak aku lulus SMA, sahabat-sahabat ku mengajak kumpul untuk reuni kecil kecilan, dan mereka setuju untuk kumpul pekan ini tepatnya hari Sabtu. sebenarnya hari itu aku gak bisa datang karena kerja ku sedang lembur sampai malam, namun mereka tidak keberatan untuk kumpul sepulang kerja.

pada hari-H aku sedikit terlambat datang sekitar setengah jam, karena pada malam itu hujan deras dan kebetulan jas hujan ku tertinggal di rumah. sesampainya di lokasi sebenarnya aku mulai sedikit minder dan malu, mereka menatapku dalam keadaan basah kuyup. tapi mereka tidak menertawakanku malah menyambutku dengan hangat. salah satu dari mereka lebih jelasnya Rama, dia sahabatku yang paling tua diantara kami memberikan handuk kecil dan menyuruhku untuk mengeringkan rambutku, dan adhi yang paling muda dari yang lain memberiku segelas teh hangat.

Aku tau dari dulu mereka semua sangatlah baik hingga sampai saat inipun persahabatan kita tetap erat terjaga. Tapi jujur saja ini pertama kalinya aku merasa tidak nyaman berada diantara mereka. Salah satu dari mereka ada yang menyadari ketidak nyamananku “lu kenapa gak seperti biasanya, kayak gak nyaman gitu ?” Tanya Hendra padaku. Lalu aku bilang dengan suara sedikit pelanaku minder dengan kalian yang sekarang, aku tau mobil yang berjajar di parkiran itu salah satunya mungkin adalah milik kalian, sedangkan aku datang hanya dengan menggunaka motor biasa saja,  dan aku juga merasa tidak enak terhadap kalian, kalian menungguku sampai kerjaku selesai tapi aku malah terakhir datang.

Setelah aku berkata seperti itu mereka malah tersenyum yang membuatku semakin bingung, sebenarnya mereka mengejek ku atau apa.
“hey sebernanya kita lah yang merasa malu terhadap kamu. Iya yang di depan itu adalah mobil kita, aku memang kerja di perusahan besar tapi itu adalah perusahan orang tua ku, kenyataan yang sebenarnya aku belum punya apa-apa” kata Rama.
Lalu Hendra menambahkan perkataan Rama “kita semua sudah memiliki garis nasib dan rezeki yang berbeda, ketahuilah aku merasa iri padamu. Aku memang punya mobil, tapi itu adalah pemberian orang tua ku, lebih jelasnya aku iri padamu meskipun kamu cuma punya motor tapi itu adalah hasil keringat kamu sendiri, dan sampai sekarang  aku bangga punya sahabat yang terus berjuang bertahan hidup meski dalam kesederhanaan.

Setelah kejadian itu aku mengerti satu hal, sebanyak apapun harta kita jika hanya dipakai untuk gaya tidak akan ada cukupnya, namun jika dipakai untuk kebaikan dan hidup, sekecil apapun itu akan tetap cukup. Dan harta yang paling besar nialinya adalah sahabat sejati.


"Apapun yang kamu dapatkan hari ini bersyukurlah, dan cara bersyukur yang tuhan sukai adalah menjaga sesuatu yang di titpkan-Nya padamu"


Judul               : Sahabat
Penulis            : Benang Kusut
Tema              : Persahabatan
Genre              : Slice Of Life
Date                 : 2020


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenuh

Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki yang hidupnya merasa hancur oleh seseuatu yang mungkin orang menganggapnya hal sepele. Tapi tida...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *