Kamis, 04 Juni 2020

PENYESALAN

Assalamualaikum, perkenalkan saya Shakeer Farzan biasa di panggil Farzan. Saya adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di indonesia, lebih tepatnya di Konsultan Perencanaan bangunan Gedung, saya menjabat sebagai Arsitek Perencana.

Saat pertama masuk ke perusahaan tersebut semuanya baik-baik saja tidak ada masalah apapun, pertemanan saya dengan karyawan lama pun cukup baik. Saya selalu berusaha bekerja sebaik mungkin dan profesional melakukan pekerjaan sesuai prosedur yang di berikan perusahaan. Karir saya mulai ada perkembangan hingga jabatan saya naik menjadi Manager perencanaan, namun masalah di mulai setelah peresmian saya menjabat sebagai manager.

Satu per satu rekan kerja saya mulai berubah, menjauh dan menghindar. Entah apa yang terjadi tapi aku merasa ada sesutu yang di sembunyikan dari mereka semua. Namun masih ada satu orang yang masih dekat dengan saya, sebut saja dia Farhan. Dia orang yang paling dekat dengan saya semenjak hari pertama bekerja. Hingga hal sekecil apapun kita berdua mengetahuinya.

Suatu hari dia bercerita bahwa ada owner yang menghubungi dirinya dan meminta dia untuk di buatkan desain gedung hotel dan meminta agar di sampaikan kepada direktur perusahaan. Entah apa yang ada di pikiran farhan, dia mengajak saya untuk menjadikan proyek tersebut menjadi proyek pribadi.

Saat itu saya merasa ragu karena itu melanggar management perusahaan, namun farhan terus merayu saya agar dapat bekerja sama dengan dia. Dan pada akhirnya saya terhasut dengan semua omongan farhan, ya mungkin karena dia adalah teman dekat saya dan saya juga sedang membutuhkan penghasilan tambahan jadi pikir saya gak masalah untuk menolongnya.

Lalu kami mulai mengerjakan projek itu, saat itu saya tidak curiga apapun karena semuanya berjalan dengan lancar. Setelah selesai, kita mengajak owner untuk bertemu di luar kantor dan memberikan berkasnya, namun dia meminta untuk bertemu di kantor saja. Kegelisahan saya mulai timbul, dan merasakan firasat yang tidak baik.

Setelah kita kumpul di ruang meeting tiba-tiba Bos besar datang dan membuatku sangat kaget, rasa gelisah saya sudah tidak karuan. Meeting sudah selesai dan owner kita sudah pergi, namun bos besar masih duduk dan raut wajahnya berubah menjadi dingin.

Saya meminta izin untuk keluar ruangan namun bos besar menahan saya untuk tetap di ruangan ini. Lalu beliau menatap kami berdua ”saya tidak habis pikir dengan tindakan yang kalian buat, jika kalian butuh uang kenapa tidak bilang terhadap saya” ucap bos besar, “maksudanya apa pak ?” jawab saya. “perlu kalian tau owner itu adalah sahabat lama saya, sebelum dia menghubungi kalian dia telah menghubungi saya terlebih dahulu, dan saya meminta dia untuk menghubungi salah satu dari kalian” ucap bos besar dengan tegas.

Lalu beliau berdiri dan mengeluarkan amplop dari tas nya “sebenanya saya tidak mau melakukan ini, tapi kesalahan kalian sudah tidak bisa di tolelir lagi oleh perusahaan. ini gaji kalian, mulai hari ini kalian sudah bukan karyawan perushaan ini lagi, terimakasih atas kerja samanya”.

Itulah kata-kata terakhir yang saya dengar dan membuat saya menyesal seumur hudup saya dan akhir dari karir dan impian saya.

 

“kapal tenggelam bukan karena ada air di sekitarnya, namun karena ada air yang masuk di dalamnya, Jangan biarkan masalah di sekitarmu merasuki jalan pikiran mu yang membuat jalan lurus menjadi berbelok dan membuatmu jatuh terjerumus”

Meskipun sahabat, jika jalan yang dia laluinya tidak tepat, kenapa kita harus mengikutinya. Jangan mudah terperdaya dengan hasutan orang lain, mungkin itu cara mereka untuk menhancurkanmu. Dan orang iri akan bahagia, tertawa saat kalian terjatuh.

Sahabat sejati tidak akan pernah mencelakakan sahabatnya sendiri.

 

Judul               : Penyesalan

Tema              : Nasehat, Kehidupan

Penulis            : Benang Kusut

Genre              : Slice Of Life

Date              : 2020


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jenuh

Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki yang hidupnya merasa hancur oleh seseuatu yang mungkin orang menganggapnya hal sepele. Tapi tida...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *