Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2016

Puisi dan Syair

PANTUN & SYAIR (Pengertian, Ciri-ciri, Contoh)


PANTUN
Arti Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “petuntun”. Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagaipaparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajakakhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Ciri-Ciri Pantun
Ciri-ciri pantun dapat dilihat berdasarkan bentuknya. Ciri-ciri ini tidak boleh diubah. Jika diubah, pantun tersebut akan menjadi seloka, gurindam, atau bentuk puisi lama lainnya. Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut:
  • Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).

  • Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

  • Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.

  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

    Contoh Pantun

    Ekor panjang si ikan pari

    Jenur satu di atas pohon

    Adik menangis sepanjang hari

    Minta ibu belikan balon
    ___________________________________________________
    Burung belibis dan burung balam

    Berkicau merdu di hutan rimba

    Adik menangis sepanjang malam

    Inginkan sepeda beroda lima

    SYAIR
    Arti Syair
    Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia, dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kata atau istilah Syair berasal dari bahasa arab yaitu Syi’ir atauSyu’ur yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian kata Syu’ur berkembang menjadiSyi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.

    Dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain:

    Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.Ciri-ciri syair antara lain :

    1.  Setiap bait terdiri dari empat baris.

    2.  Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.

    3.  Bersajak a-a-a-a.

    4.  Semua baris adalah isi.

    5.  Bahasanya biasanya kiasan.

    Contoh Syair
    Syair Abdul Muluk
    Berhentilah kisah raja Hindustan,

    Tersebutlah pula suatu perkataan

    Abdul Hamit syah padaku sultan,

    Duduklah baginda bersuka-sukaan.

    Abdul Muluk putra baginda,

    Besarlah sudah bangsawan muda,

    Cantik majelis usulnya syahdam

    Tiga belas tahun umurnya ada.

    Paras elok amat sempurna,

    Petah menjelis bijak laksana,

    Memberi hati bimbang gulana,

    Kasih kepadanya mulya dan hina
    Syair Agama (Syair Kiamat)
    Bismillah itu permulaan kalam,
    Dengan nama Allah Khalikul’alam,
    Dipermulai  kitab diperbuat nazam,
    Supaya ingat mukmin dan Islam.
    Sudah memuji Tuhan yang kaya,
    Salawatkan rasul Nabi yang mulia,
    Itulah penghulu segala Anbia,
    Sekalian Islam jin dan manusia.
    Barang yang maksiat beroleh bala,
    Kerana murka Allah Taala,
    Di dalam neraka ia tersula,
    Badannya hancur tiada terkala.
    Dijadikan dunia oleh Tuhanmu,
    Bukan di sini akan tempatmu,
    Sekadar ibadah dengan ilmu,
    Serta amalkan dengan yakinmu.
    Barang bercinta akannya mati,
    Tidaklah lupa berbuat bakti,
    Siang dan malam diamat-amati,
    Seumur hidup tidak berhenti.
    Harta itu cari olehmu,
    Sambil dengan menuntut ilmu,
    Serta amalkan dengan baktimu,
    Supaya jangan jadi selemu.


Jenuh

Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki yang hidupnya merasa hancur oleh seseuatu yang mungkin orang menganggapnya hal sepele. Tapi tida...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *