Tampilkan postingan dengan label CERITA KEHIDUPAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA KEHIDUPAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2020

Jenuh




Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki yang hidupnya merasa hancur oleh seseuatu yang mungkin orang menganggapnya hal sepele. Tapi tidak bagi dia, ini adalah masalah yang begitu berat baginya.

Beberapa tahun kebelakang, dia pernah menjalani kehidupan asmara dengan seorang wanita, tepatnya lima tahun yang lalu saat dia masih duduk di bangku SMA kelas 3. Dia dengan wanitannya telah melakukan ikrar janji untuk menjalani hunbungan asmara mereka  hingga mereka menikah nanti. Mereka berjanji untuk saling percaya. Mungkin sebagian menganggapnya itu cuma cinta-cintaan anak SMA saja. Tapi tidak bagi laki-laki itu. Bagi dia janji bukanlah hal yang sepele, dia selalu menghargai yang namanya janji.

Beberapa bulan hubungan itu berjalan dengan baik. Tapi masalah di mulai saat sebulan mau melaksakan ujian nasional. Wanita itu mulai sedikit berubah, dia sudah jarang sekali membri kabar atau membalas chat sekalipun. Pria itu mulai gelisah, lalu dia berniat untuk menemuinya dan pergi ke rumah wanita itu.

Setelah bertemu dan menannyakan masalahnya apa, wanita itu menjawab dia ingin fokus belajar untuk menghadapi ujian nanti, mungkin itu adalah alasan klasik yang selalu terdengar dari para remaja asmara, namun pria itu berusaha untuk mengerti dan mempercayainya, dan dia memberi ruang untuk wanita itu.

Seminggu kemudian ujian telah berlalu, namun pria itu tidak pernah mendapat kabar lagi dari wanitanya. Beberapa kali di telepon pun tidak ada jawaban.

Dia mulai merasa bigung, cemas, dan gelisah. Beberapa saat kemudian handphone nya bunyi notifikasi pesan. Lalu dia membacanya dan kaget melihat isi pesan tersebut yang isinya adalah “mungkin ini adalah pesan terakhir dariku, sebelumnya aku minta maaf aku gak bisa tepatin janji itu. Aku ingin kita sudahi saja hubungan kita sampai di sini, aku merasa kita sudah tidak cocok lagi, dan aku mulai merasa bosan dengan semuanya. Aku harap kamu bisa mengerti”.

Setelah itu nomor HP nya sudah tidak bisa di hubungi lagi. Beberapa hari kemudian dia mendapat kabar dari sahabatnya, bahwa dia melihat wanitannya itu sedang dengan laki-laki lain seminggu kebelakang. Pria itu benar-benar merasa kecewa dan sakit hati yang begitu dalam. Hingga butuh beberapa tahun untuk bisa membuka kembali pintu hatinya dan menumbuhkan kembali kepercayaan dirinya.

Setelah lulus kuliah, dia berencana untuk mencari lagi wanita yang akan menjadi pendamping hidup nya. Seiring berjalannya waktu, dia kembali menjalani hubungan baru dengan cara bertaaruf dengan seseorang meskipun trauma dalam dirinya belum sepenuhnya hilang namun dia tetap berusaha melawannya.

Beberapa bulan hubungan mereka berjalan baik. Pria itu sudah berencana untuk melamarnya bulan depan dan akan melaksakan akad beberapa bulan setelah lamaran, berita bahagia itu dia sampaikan kepada sanak keluarganya, mereka semua terlihat bahagia mendengar kabar itu.

Namun semua rencana itu tidaklah berjalan mulus seperti apa yang di harapkan, di pertengahan bulan sebelum hari –H. Masalah mulai timbul, hubungan mereka berdua mulai renggang. Hingga pada akhirnya pria itu mengetahui sesuatu tentang wanitanya itu, dia mendapat informasi bahwa wanitanya telah menjalin komunikasi lagi dengan mantan pacarnya dulu, dan pria itu mengajak wanitannya menikah.

Siapa yang gak marah jika ada orang yang menggangu hubungan kita, terlebih lagi kita telah menjalin hubungan yang benar-benar serius.

Mereka berdua bertengkar hebat karena masalah itu, yang membuat pria itu marah adalah wanitanya malah membuat permainan, siapa yang cepat melamar dia, dialah yang akan dia terima, membuat pria itu benar-benar murka yang sudah jelas telah merencanakan lamaran itu.

Beberapa hari mereka lost kontak, karena pria itu berpikir dia harus memberi ruang waktu untuk wanitanya itu. Lalu pria itu mencoba memanggil nomor ponsel wanitanya, namun berkali-kali di tolak.

Terdengar notifikasi pesan masuk, lalu dia membuka pesan itu yang berisi “aku ingin hunbungan kita sudahi saja sampai disini, aku sudah jenuh. Gak ada yang bisa di harapkan lagi dari hubungan ini, dan mungkin saja kita memang bukan jodoh”.

Pria itu hanya termenung, terdiam membisu. Dadanya terasa begitu sesak, kakinya terasa melayang tanpa berpijak. Ini adalah hal yang lebih menyakitkan di banding dulu. Yang menjadi beban pikirannya adalah bukan sekedar putus hubungan, tapi dia harus menanggung beban moral terhadap sanak keluarganya. Dia tidak tau harus menyimpan rasa malu terhadap keluarganya dimana.

Lalu dia jatuh sakit, hampir seminggu lebih demam tinggi bersarang dalam dirinya. Dia berusaha kuat untuk bisa pulang ke rumahnya, karena saat itu dia sedang bekerja di luar kota, meski keadaan sedang PANDEMI COVID-19.

 

Dia benar-benar depresi tentang hal itu. Demi bisa menjalani hidup yang normal kembali dia setiap minggu harus berkonsultasi dengan Psikiater, karena dia merasa mentalnya sedang tidak baik. Demi untuk bertahan dalam ketidak putus asaan, hari-harinya harus di temani oleh obat-obat anti depresi.

Dengan keadaan mentalnya seperti itu dia sadar. Dia tidak bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai Arsitek untuk sementara. Karena itu bisa berdampak besar terhadap perusahaan. Lalu dia mengundurkan diri dari pekerjaannya karena takut akan banyak merugikan perusahaan tersebut. Hidupnya mulai berantakan, ya benar-benar berantakan.

 ***

Laki-laki yang di segani banyak orang, yang di hargai oleh para pekerjanya, yang tahan banting oleh tekanan pekerjaan. Dia harus tumbang oleh seorang wanita yang dia sayangi.

Sesuatu yang konyol ya, hanya karena putus cinta semuanya jadi hancur. Ya itu menurut orang yang tidak berada dalam posisinya. Berhentilah meng judge orang seperti itu. Setiap orang punya kapasitas tersendiri untuk bisa menerima setiap masalahnya, dan mungkin saja itu adalah masalah terberat baginya. Karena kalau kalian sedang berada di posisinya belum tentu bisa sekuat dia.

 Jadi berhentilah nyinyir terhadap orang lain, dia gak butuh nyinyiran kalian, dia hanya butuh kalian diam dan menemaninya saja sebagai support.

Ingatlah baik-baik, dalam suatu hubungan pasti ada saja yang namanya kejenuhan. Tapi memutuskan suatu hubungan bukanlah jalan keluarnya. Jika jari tangan kalian terluka, bukan berarti tangannya yang harus di potong, tapi lukanya  yang harus di obati.

Kejenuhan dalam suatu hubungan adalah hal yang lumrah. Justru itulah godaan dari rumah cinta yang kalian buat. Kebahagiaan itu tidak datang sendiri, kebahagiaan itu kita yang membuatnya.

Jodoh, rezeki, dan ajal memang sudah allah tentukan untuk setiap makhluknya. Ajal memang telah Allah tetapkan dan itu pasti. Tapi Jodoh dan Rezeki allah hanya memberi jalan. Menerima atau tidaknya itu tergantung manusianya itu snediri dan jalannya itu beribu macam.

Kalian telah dipertemukan dengan pasangan kalian, maka bersyukurlah dengan cara menjaga hubungan kalian tetap rukun. Tuhan pun marah jika sesuatu yang telah dia berikan tidak di jaga dengan baik. Percayalah di luar sana ada banyak orang yang meminta kepada Allah untuk segera dipertemukan dengan belahan jiwanya. Dan masih banyak orang yang jatuh cinta, tapi jatuh cinta sendirian.

 

Judul               : Jenuh

Genre              : Slice Of Life

Penulis            : Benang Kusut

Date                : Juni 2020

 

Listen to Podcast:

Spotify                         : Jenuh Bukan Alasan Untuk Berpisah (Eps.01. S1)

Apple Podcast             : Jenuh Bukan Alasan Untuk Berpisah (Eps. 01. S1)

Anchor Podcast          : Jenuh Bukan Alasan Untuk Berpisah (Eps. 01. S1)


Kamis, 04 Juni 2020

PENYESALAN

Assalamualaikum, perkenalkan saya Shakeer Farzan biasa di panggil Farzan. Saya adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di indonesia, lebih tepatnya di Konsultan Perencanaan bangunan Gedung, saya menjabat sebagai Arsitek Perencana.

Saat pertama masuk ke perusahaan tersebut semuanya baik-baik saja tidak ada masalah apapun, pertemanan saya dengan karyawan lama pun cukup baik. Saya selalu berusaha bekerja sebaik mungkin dan profesional melakukan pekerjaan sesuai prosedur yang di berikan perusahaan. Karir saya mulai ada perkembangan hingga jabatan saya naik menjadi Manager perencanaan, namun masalah di mulai setelah peresmian saya menjabat sebagai manager.

Satu per satu rekan kerja saya mulai berubah, menjauh dan menghindar. Entah apa yang terjadi tapi aku merasa ada sesutu yang di sembunyikan dari mereka semua. Namun masih ada satu orang yang masih dekat dengan saya, sebut saja dia Farhan. Dia orang yang paling dekat dengan saya semenjak hari pertama bekerja. Hingga hal sekecil apapun kita berdua mengetahuinya.

Suatu hari dia bercerita bahwa ada owner yang menghubungi dirinya dan meminta dia untuk di buatkan desain gedung hotel dan meminta agar di sampaikan kepada direktur perusahaan. Entah apa yang ada di pikiran farhan, dia mengajak saya untuk menjadikan proyek tersebut menjadi proyek pribadi.

Saat itu saya merasa ragu karena itu melanggar management perusahaan, namun farhan terus merayu saya agar dapat bekerja sama dengan dia. Dan pada akhirnya saya terhasut dengan semua omongan farhan, ya mungkin karena dia adalah teman dekat saya dan saya juga sedang membutuhkan penghasilan tambahan jadi pikir saya gak masalah untuk menolongnya.

Lalu kami mulai mengerjakan projek itu, saat itu saya tidak curiga apapun karena semuanya berjalan dengan lancar. Setelah selesai, kita mengajak owner untuk bertemu di luar kantor dan memberikan berkasnya, namun dia meminta untuk bertemu di kantor saja. Kegelisahan saya mulai timbul, dan merasakan firasat yang tidak baik.

Setelah kita kumpul di ruang meeting tiba-tiba Bos besar datang dan membuatku sangat kaget, rasa gelisah saya sudah tidak karuan. Meeting sudah selesai dan owner kita sudah pergi, namun bos besar masih duduk dan raut wajahnya berubah menjadi dingin.

Saya meminta izin untuk keluar ruangan namun bos besar menahan saya untuk tetap di ruangan ini. Lalu beliau menatap kami berdua ”saya tidak habis pikir dengan tindakan yang kalian buat, jika kalian butuh uang kenapa tidak bilang terhadap saya” ucap bos besar, “maksudanya apa pak ?” jawab saya. “perlu kalian tau owner itu adalah sahabat lama saya, sebelum dia menghubungi kalian dia telah menghubungi saya terlebih dahulu, dan saya meminta dia untuk menghubungi salah satu dari kalian” ucap bos besar dengan tegas.

Lalu beliau berdiri dan mengeluarkan amplop dari tas nya “sebenanya saya tidak mau melakukan ini, tapi kesalahan kalian sudah tidak bisa di tolelir lagi oleh perusahaan. ini gaji kalian, mulai hari ini kalian sudah bukan karyawan perushaan ini lagi, terimakasih atas kerja samanya”.

Itulah kata-kata terakhir yang saya dengar dan membuat saya menyesal seumur hudup saya dan akhir dari karir dan impian saya.

 

“kapal tenggelam bukan karena ada air di sekitarnya, namun karena ada air yang masuk di dalamnya, Jangan biarkan masalah di sekitarmu merasuki jalan pikiran mu yang membuat jalan lurus menjadi berbelok dan membuatmu jatuh terjerumus”

Meskipun sahabat, jika jalan yang dia laluinya tidak tepat, kenapa kita harus mengikutinya. Jangan mudah terperdaya dengan hasutan orang lain, mungkin itu cara mereka untuk menhancurkanmu. Dan orang iri akan bahagia, tertawa saat kalian terjatuh.

Sahabat sejati tidak akan pernah mencelakakan sahabatnya sendiri.

 

Judul               : Penyesalan

Tema              : Nasehat, Kehidupan

Penulis            : Benang Kusut

Genre              : Slice Of Life

Date              : 2020


Rabu, 03 Juni 2020

SAHABAT

Setelah beberapa tahun semenjak aku lulus SMA, sahabat-sahabat ku mengajak kumpul untuk reuni kecil kecilan, dan mereka setuju untuk kumpul pekan ini tepatnya hari Sabtu. sebenarnya hari itu aku gak bisa datang karena kerja ku sedang lembur sampai malam, namun mereka tidak keberatan untuk kumpul sepulang kerja.

pada hari-H aku sedikit terlambat datang sekitar setengah jam, karena pada malam itu hujan deras dan kebetulan jas hujan ku tertinggal di rumah. sesampainya di lokasi sebenarnya aku mulai sedikit minder dan malu, mereka menatapku dalam keadaan basah kuyup. tapi mereka tidak menertawakanku malah menyambutku dengan hangat. salah satu dari mereka lebih jelasnya Rama, dia sahabatku yang paling tua diantara kami memberikan handuk kecil dan menyuruhku untuk mengeringkan rambutku, dan adhi yang paling muda dari yang lain memberiku segelas teh hangat.

Aku tau dari dulu mereka semua sangatlah baik hingga sampai saat inipun persahabatan kita tetap erat terjaga. Tapi jujur saja ini pertama kalinya aku merasa tidak nyaman berada diantara mereka. Salah satu dari mereka ada yang menyadari ketidak nyamananku “lu kenapa gak seperti biasanya, kayak gak nyaman gitu ?” Tanya Hendra padaku. Lalu aku bilang dengan suara sedikit pelanaku minder dengan kalian yang sekarang, aku tau mobil yang berjajar di parkiran itu salah satunya mungkin adalah milik kalian, sedangkan aku datang hanya dengan menggunaka motor biasa saja,  dan aku juga merasa tidak enak terhadap kalian, kalian menungguku sampai kerjaku selesai tapi aku malah terakhir datang.

Setelah aku berkata seperti itu mereka malah tersenyum yang membuatku semakin bingung, sebenarnya mereka mengejek ku atau apa.
“hey sebernanya kita lah yang merasa malu terhadap kamu. Iya yang di depan itu adalah mobil kita, aku memang kerja di perusahan besar tapi itu adalah perusahan orang tua ku, kenyataan yang sebenarnya aku belum punya apa-apa” kata Rama.
Lalu Hendra menambahkan perkataan Rama “kita semua sudah memiliki garis nasib dan rezeki yang berbeda, ketahuilah aku merasa iri padamu. Aku memang punya mobil, tapi itu adalah pemberian orang tua ku, lebih jelasnya aku iri padamu meskipun kamu cuma punya motor tapi itu adalah hasil keringat kamu sendiri, dan sampai sekarang  aku bangga punya sahabat yang terus berjuang bertahan hidup meski dalam kesederhanaan.

Setelah kejadian itu aku mengerti satu hal, sebanyak apapun harta kita jika hanya dipakai untuk gaya tidak akan ada cukupnya, namun jika dipakai untuk kebaikan dan hidup, sekecil apapun itu akan tetap cukup. Dan harta yang paling besar nialinya adalah sahabat sejati.


"Apapun yang kamu dapatkan hari ini bersyukurlah, dan cara bersyukur yang tuhan sukai adalah menjaga sesuatu yang di titpkan-Nya padamu"


Judul               : Sahabat
Penulis            : Benang Kusut
Tema              : Persahabatan
Genre              : Slice Of Life
Date                 : 2020


Selasa, 21 Mei 2019

SETITIK CAHAYA


Pagi ini aku mengalami hal yang membuatku malu terhadap diriku sendiri, dan membuatku merenung sepanjang hari.

Jakarta adalah kota besar yang sebagian penduduknya adalah pekerja, setiap pagi mereka selalu di sibukan dengan aktivitasnya masing-masing, entah apa yang di takutinya mereka selau berjalan tergesa-gesa berjalan kaki ataupun dengan kendaraan.

Hari ini aku terlambat untuk berangkat ke kantor karena bangun kesiangan, bisa di sebut aku juga sangat buru-buru untuk sampai ke tempat kerja ku. Saat aku sedang berdiri di sebrang zebra cross menunggu lampu hijau untuk pejalan kaki, tiba-tiba ada seorag laki-laki kira-kira berumur 10 tahun dengan berpakaian seadanya dan seorang perempuan kira-kira berumur 7 tahun di sampingnya, dan aku pikir itu adalah adiknya, dia  menggendong mungkin peralatan pembersih sepatu pikirku. Dan ternyata benar dia adalah tukang semir sepatu keliling, lalu dia menawarkan diri untuk membersihkan sepatuku, sebenarnya aku tidak keberatan sepatuku di bersihkan tapi saat itu aku sedang buru-buru. Lalu anak kecil itu berkata bahwa dia belum mendapat pelanggan satu pun dan mereka berdua belum makan dari semalam.

Lampu hijau untuk kendaraan pun sudah menyala, orang-orang sudah pergi namun aku masih tetap terpaku di samping mereka berdua. Lalu aku menanyakan orang tua mereka berdua, adik nya menjawab bahwa ayahnya sudah tiada dan ibunya sekarang sedang sakit, aku terkejut mendengar hal itu.

mentari semakin terasa hangat menyinari wajah dan semakin jelas terlihat kepolosan kedua kakak beradik itu. Aku berniat memberi mereka uang dan tidak perlu membersikan sepatuku karena aku benar-benar harus pergi. Namun perlakuan anak itu membuatku malu dengan kedewasaan ku. dia bilang, “mohon maaf kakak saya tidak bisa menerima uang itu karena saya belum melakukan tugas apapun, saya akan menerima uang itu jika saya sudah melakukan pekerjaan saya untuk membersihkan sepatu kaka”. Aku benar-benar merasa malu terhadap diriku, aku yang telah sekolah selama 12 tahun di tambah dengan sekolah tinggi lalu mendapatkan pekerjaan dengan tidak terlalu susah dengan gaji yang bisa terbilang cukup, tapi aku masih saja mengeluh dengan apa yang aku dapatkan, aku selalu merasa hidupku lebih susah dari orang lain, tapi anak itu yang seharusnya mereka bersenang-senang menikmati indahnya sekolah mereka malah seperti orang dewasa.

Setelah mereka selesai membesikan sepatuku, lalu mereka pergi dan terlihat sangat senang terlukis di senyuman polos nya. Ya memang hari ini aku terlambat sampai ke kantor dan aku pun sedikit di tegor oleh bos ku, biasanya aku sangat marah jika bos ngomel, tapi hari ini setelah bertemu mereka aku sadar satu hal, “segala sesuatu apapun yang kita perbuat itulah yang akan kita dapatkan, dan apapun yang kita dpatkan harus mensyukurinya”.

“Jika orang memarahi kita, mungkin memang benar kita yang salah, dan rasa egois kita lah yang membuat kita merasa selalu benar”.
“Manusia di ciptakan untuk saling berbagi, saling menyayangi, dan saling mengasihi, bukan untuk saling membenci ataupin menyakiti”


Judul               : Setitik Cahaya
Tema              : Nasehat, Kehidupan
Penulis            : Benang Kusut
Date                 : 2020

Jenuh

Ini adalah cerita tentang seorang laki-laki yang hidupnya merasa hancur oleh seseuatu yang mungkin orang menganggapnya hal sepele. Tapi tida...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *